Sedia payung sebelum hujan

mood-girl-brunette-smile-happy-umbrella-rain-wallpaper-2560x1600-1080x380

Oleh: Shanty Apriyanti Leksono, CFP

Sering kita dengar pepatah. “Sedia Payung Sebelum Hujan”. Artinya bisa sangat luas jika setiap orang terutama ketika ia sudah berkeluarga bisa menyikapi maknanya dengan bijaksana. Di penghujung tahun 2014 kita dikejutkan oleh berita di hampir semua media baik koran, TV, sosial media mengabarkan tentang hilangnya Pesawat AirAsia QZ 8501 penerbangan dari Surabaya ke Singapura. Ada 155 penumpang. Mereka terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan 1 bayi. Selain itu, ada 2 pilot dan 5 kru kabin di dalam pesawat.Berita tersebut telah mengagetkan kita semua. Terbayang kesedihan dan kehilangan sanak saudara yang keluarganya termasuk salah satu dari penumpang pesawat naas tersebut.

mdrt-missing-air-asia-qz8501

Rencana berlibur ke Singapura untuk merayakan akhir tahun yang seharusnya menyenangkan menjadi berita berkabung bagi seluruh keluarga besar. Lalu apa hubungannya kecelakaan pesawat dengan pepatah “Sedia Payung Sebelum Hujan”? Mari kita renungkan:

Seberapa sering Anda bepergian keluar kota bahkan keluar negeri? Jika Anda pergi keluar kota 3 hari, berapakah uang yang Anda sisihkan untuk keluarga di rumah? Tentunya 3 hari dikali pengeluaran harian plus pengeluaran tak terduga. Jika Anda pergi keluar negri 2 minggu berarti  14 hari dikali pengeluaran harian plus pengeluaran tak terduga. Jika Anda harus pergi sampai 1 bulan berarti 30 hari dikali pengeluaran harian plus pengeluaran tak terduga.

Pernahkah Anda terpikir untuk merencanakan dan menyiapkan dana untuk keluarga jika Anda pergi dan tidak pernah kembali lagi selamanya seperti para penumpang Air Asia tersebut di atas? Berapa dana yang harus disisihkan? Siapkah Anda menyisihkan dana tersebut seketika?

Contoh:

Anda saat ini usia 30 tahun. Menikah dengan 2 anak balita. Anggap masa produktif Anda sampai 50 tahun. Pengeluaran bulanan keluarga Anda Rp. 5 juta/bulan.

Berapa dana yang harus disiapkan ketika penyandang dana utama tiba-tiba kehilangan penghasilan oleh sebab apapun, bisa karena sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total sehingga tidak mampu bekerja atau meninggal di saat usia masih produktif? Mari kita kalkulasi:

5 juta x 12 bulan x (50 tahun – 30 tahun) = Rp.1,2 Milyar.

Siapkah Anda dengan uang tunai seketika saat ini untuk menjaga kelangsungan hidup masa depan keluarga Anda ketika Anda terpaksa hatus meninggalkan mereka?

Ya benar. Sebagian besar orang akan bilang “amit-amit jangan sampai hal itu terjadi kepada saya dan keluarga saya.”

Permasalahannya, tidak ada orang yang kebal terhadap penyakit kritis, kecelakaan, cacat total, meninggal dan tua.

Risiko tidak pernah lapor Anda terlebih dulu, bisa datang kapanpun. Andapun tidak bisa memilih atau menolak penyakit atau resiko yang mana duluan sesuai kondisi keuangan Anda saat itu.

Masalah besar baru muncul ketika harus membayar biaya-biaya untuk berobat dan berapa dana yang harus ditinggalkan buat keluarga tercinta ketika harus meninggalkan keluarga untuk selamanya tanpa direncanakan?

Di sinilah fungsinya memiliki asuransi. Anda tak harus menyiapkan dana besar seketika, Anda cukup mencicil uang kecil secara berkala yang biasa disebut premi untuk membeli uang besar  yang disebut Uang Pertanggungan, yang mana bisa keluar seketika jika terjadi resiko terhadap diri Anda.

Memiliki asuransi ibarat menyediakan payung sebelum hujan agar ketika hujan datang, Anda dan keluarga tidak basah kuyup.

mdrt-asuransi-jiwa-payung-shanty-apriyanti

Bijak dan cermatlah menyediakan payung asuransi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan keuangan Anda dan keluarga. Payung asuransi adalah kado terindah bagi diri sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.

Shanty-ApriyantiShanty Apriyanti, Business Partner
Allianz Star Network
Anugrah Agency

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan