Peternak dan telur-telurnya

peternak dan telur-telurnya - artikel

Sebagai seorang peternak,tentunya mengharapkan telur-telurnya bisa bertambah banyak sehingga bisa dijual dan mendapatkan uang yang banyak. Untuk itu mereka menjaga setiap telurnya dengan sangat berhati hati dan bahkan membuat di kandang yang terpisah untuk berjaga jaga jikalau keranjang yang satu pecah, keranjang yang lainnya masih bisa memberikan hasil yang diharapkan.

Hanya sayangnya, seringkali banyak peternak begitu focus untuk mencari akal bagaimana memperbanyak telur dan lupa akan adanya bahaya dari luar yaitu rubah pemangsa. Akibat kelalaian tersebut, sang rubah bisa mengendap tanpa diketahui dan memakan habis telur dalam keranjang sehingga habis lah sudah hasil jerih payah sang peternak.

Demikian juga para investor. Seringkali mereka begitu fokus dengan mencari cara mengembangkan investasi mereka untuk mendapatkan imbal balik yang tinggi dan melakukan diversifikasi di berbagai bidang. Tapi sayangnya banyak yang  lupa akan adanya “rubah” yaitu kematian dan pajak. Benjamin Franklin mengatakan “tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini kecuali pajak dan kematian”.

Setiap kehidupan akan mempunyai akhir yaitu mati. Itu adalah resiko kehidupan yang pasti. Hanya kita tidak tahu kapan dan bagaimana caranya. Kematian tidak datang dengan pengumuman terlebih dahulu. Dia datang seperti pencuri di malam hari yang mengendap dan masuk tanpa diduga.

Demikian pula sebagai warga negara, berkewajiban turut membangun negaranya dengan membayar pajak. Pajak merupakan salah satu sumber dana bagi pemerintah untuk membangun baik dibidang infrastruktur, pendidikan maupun berbagai bidang lainnya. Setiap warga yang tinggal di negara tersebut berkewajiban untuk mengambil bagian dalam membayar pajak.

Untuk itulah perlu dibangun pagar yaitu asuransi, dimana pagar ini akan menjaga telur-telur (investasi) tetap aman dari para rubah pemangsa. Telur-telur itu tidak lagi hanya sekedar dalam keranjang yang rapuh melainkan bisa aman didalam kandang yang hangat dan kokoh.

Makin kokoh pagar yang dibangun, maka makin aman telur telur didalam nya. Jika pagar itu hanya terbuat dari jerami maka sebentar saja angin akan meniup roboh pagar tersebut. Jika pagar dibuat dari kayu, tentu lebih kuat dari jerami. Tapi kayu pun akan lapuk oleh angin dan hujan. Hingga jika tidak diperbaharui, maka kayu tersebut akan mudah dirobohkan oleh sang rubah.

Alangkah baik jika pagar dibuat dengan menggunakan batu bata yang kokoh. Batu bata akan membuat ayam ayam bertelur makin banyak tanpa perlu diawasi oleh sang peternak. Ada atau tidak ada sang peternak, telur akan multiplikasi dan memberikan hasil bagi peternak dan keluarganya. Peternak bisa tidur nyenyak di malam hari dengan rasa aman.

Demikian pula asuransi, sungguh sangat baik jika kita sudah memilikinya, hanya saja akan lebih baik lagi jika kita mau melakukan review secara berkala sesuai yang kita butuhkan karena tentunya nilai ekonomis kita berubah dan meningkat seiring kehidupan kita. Dengan adanya asuransi yang kuat, maka kita bisa merasa aman terlindung dari bencana ekonomi. Tidur kita pun bisa nyenyak.

Hitung kembali, seberapa kuatkah pagar yang anda telah miliki. Apakah pagar itu bisa melindungi kewajiban kita terhadap diri dan keluarga kita? Apakah pagar tersebut dapat menjaga asset yang selama ini telah susah payah kita bangun? Selamat berhitung.

 

Penulis:
Melda Koesuma
3-year MDRT member

 

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan