Kebutuhan atau Keinginan

Saat kita berjalan jalan di mall, tampak di etalase tas bermerk yang sudah begitu lama menjadi impian kita. Wow…pengen. Timbul “perang batin” untuk membeli atau tidak, mengingat harganya yang tentu tidak murah. Sementara sebenarnya kita sudah punya tas yang kondisinya masih sangat baik.

Untuk tidak mengantuk, kita perlu kopi atau sesuatu yang mengandung kafein yang mana sebenarnya terdapat pada semua kopi. Hanya saja, untuk memenuhi keinginan, terkadang orang lebih memilih kopi-kopi bermerk di mall daripada kopi sachet seduhan sendiri.

Hal di atas adalah beberapa contoh pilihan antara kebutuhan dan keinginan, dimana :
Kebutuhan adalah semua barang ataupun jasa yang dibutuhkan manusia demi menunjang kehidupannya sehari-hari. Yang dalam teori Maslow, merupakan kebutuhan primer.

Sedangkan keinginan adalah segala barang ataupun jasa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang mana jika tidak dipenuhi, tidak akan berpengaruh pada kesejahteraan manusia. Disebut kebutuhan sekunder atau bahkan luxury yang menyangkut kenyamanan dan prestige/harga diri.

Kita perlu mengendalikan pengeluaran kita dengan membedakan antara kebutuhan atau sekedar keinginan. Untuk itu kita perlu melakukan budgeting.

Dalam budgeting, ada yang dikenal dengan peraturan 50/20/30 yang mana :

  • 50% (atau kurang) dari pendapatan kita digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar kita, seperti makanan, rumah tangga, transport.
  • 20% adalah untuk memenuhi kewajiban kita dalam mencapai impian kita sendiri. Termasuk tabungan dana darurat, asuransi, bahkan dana pensiun. Ini adalah langkah yang perlu kita lakukan sebelum kita melakukan langkah selanjutnya.Jika seseorang tidak dengan bijak mengelola keuangannya di bagian ini, mungkin saja di hari tuanya nanti dia harus berkata kepada anaknya “Maaf ya Nak, Papa tidak mempersiapkan dana pensiun dengan baik, sehingga sekarang kamu perlu untuk menjaga Papa sampai tua”.Pada saat usia 25, pensiun terdengar seperti di awang-awang. Tapi suatu saat itu akan tiba juga dimana jika kita sejak muda sudah menyisihkan, maka peranan bunga berbunga akan sangat kita rasakan. Bunga dan waktu merupakan kombinasi yang luar biasa.
  • 30% selanjutnya merupakan pilihan masing-masing dari kita. Ini yang menentukan budget setiap orangnya. Tergantung dari cara dan tingkat hidup yang diinginkan. Untuk ponsel, kita sebenarnya hanya perlu untuk digunakan sebagai telepon dan kirim pesan atau email. Tapi terkadang karena banyaknya iklan, kita tergiur dengan ponsel yang kamera bagus atau bisa deteksi lokasi sesama pengguna ponsel yang sama. Atau gym atau juga makan di restoran. Semua ini merupakan pilihan yang jika bisa kita kurangi, kita bisa dapat lebih memenuhi tabungan kita.Peraturan 50/20/30 bisa dilakukan oleh setiap orang baik dari entry level maupun top managerial. Ini akan sangat membantu kita dalam mempersiapkan masa depan keuangan kita sendiri.

Dengan budgeting kita bisa menghindari “lebih besar pasak daripada tiang”. Kalau dulu kita melakukan pencatatan di buku, sekarang sudah banyak aplikasi gratis di handphone yang bisa kita gunakan. Misalnya “money lover-money manager”,“household account”, “andro money” dan banyak lagi. Disana kita dapat dengan mudah menginput berapa yang kita dapat dan berapa yang kita keluarkan. Lalu kita bisa melihat dengan mudah summary bagian mana dari pengeluaran kita yang terbesar. Apakah pengeluaran untuk kebutuhan ataukah sekedar keinginan.

Tentukan prioritas dan kita tahu dengan jelas yang mana kebutuhan dan mana sekedar keinginan. Masa depan ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini dan bukan apa yang kita lakukan besok.

Selamat berencana.

Melda Koesuma
3 years MDRT’s member

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan