Begin with The End in Mind

begin with the end in mind - OK_504

Quote dari Steven Covey merupakan statement yang luar biasa. Dengan berpikir dahulu pada tujuan akhir, maka kita bisa menentukan langkah yang kita perlu ambil, jalan mana yang perlu kita tuju. Hidup seperti apa yang akan kita lakukan.

Hidup manusia tidaklah kekal. Suatu saat, entah kapan atau bagaimana, kita pasti meninggal. Suka tidak suka itu sesuatu yang pasti. Hanya tidak tahu kapan dan bagaimana. Tapi nilai nilai yang kita tanamkan, itulah yang kekal.

Saat tiba waktunya, apakah hidup kita akan berlalu begitu saja? Atau adakah kita ingin diingat? Beberapa orang memilih untuk diingat dengan memberikan fasilitas mewah atau uang banyak di bank. Mereka sibuk bekerja untuk terus dapat mempertahankan hal tersebut. Bukan hal yang salah, tapi perlu diingat manusia adalah mahluk social yang butuh teman. Pasangan dan anak kita butuh kehadiran kita juga secara pribadi.

Waktu yang berkualitas tidak mungkin terjadi jika tidak ada kuantitas waktu. Bagaimana orang bisa berkomunikasi dengan baik, jika jarang bertemu? Perlu pertemuan yang intens yang dapat menimbulkan kedekatan satu dengan yang lainnya.

Disini saya percaya, kehidupan karakter yang baik dari seseorang adalah dimulai dari keluarga. Tanggung jawab pembinaan dimulai dari keluarga dan orang tua dan bukan sekolah maupun tempat ibadah.

Disebutkan meninggal adalah sesuatu yang pasti. Akan lebih baik itu juga bisa kita jadikan asset untuk generasi mendatang. Salah satu cara adalah dengan mempersiapkan asuransi jiwa. Ini merupakan diversifikasi praktis asset yang murah, instan dan juga pasti.

Asuransi jiwa membuat kita bisa memperbesar porsi kita dalam memenuhi kenyamanan kita dalam hidup tanpa takut kehilangan porsi yang kita siapkan untuk anak anak yang kita kasihi. Kita hanya perlu menyimpan sedikit dari apa yang ada untuk menciptakan kembali cerminan dari akumulasi asset yang telah kita punya.

Dengan asuransi jiwa, kita juga bisa tetap memegang kendali dimana kita bisa dengan jelas menunjuk kepada siapa dan berapa banyak yang kita mau berikan harta yang telah kita kumpulkan atau bahkan kepada yayasan sosial yang kita support dalam masa hidup kita.

Tapi diatas semua hal tersebut, dengan asuransi jiwa, kita bisa mengatakan kepada anak anak bahwa ada bagian mereka yang sudah kita siapkan pada waktunya. Tapi sebelum waktunya tiba, mereka perlu berjuang dalam hidup. Adalah lebih baik melihat anak bersusah payah saat kita masih hidup,sehingga saat mereka jatuh, kita bisa menopang mereka. Akan celaka, jika pada kita tidak ada, anak anak kita tidak bisa berjuang untuk hidup mereka sendiri.

Teladan berbicara lebih baik daripada perkataan. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak bisa bertanggung jawab terutama dalam hal keuangan, jika melihat orang tua begitu mudah membeli segala sesuatu tanpa perencanaan yang baik?

Merupakan tanggungjawab orang tua untuk tidak sekedar mewariskan harta tapi juga legacy.

Dengan legacy, kita bisa membuat anak punya kemampuan juang untuk menghadapi kenyataan hidu serta memastikan anak dapat juga dengan bijak mengelola aset yang kita berikan

Begin with the end in mind!

Bagaimana anda ingin diingat keluarga anda?

Berapa nilai yang anda ingin berikan dan yang terpenting nilai apa yang anda ingin tanamkan?

 

Melda Koesuma, RFP
3rd years MDRT

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan